Permainan badminton sarat dengan berbagai kemampuan dan kemahiran gerak yang kompleks. Sepintas lalu dapat diamati bahwa pemain harus melakukan gerakan-gerakan seperti lari cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan segera bergerak lagi, gerak meloncat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh. Sepintas lalu dapat diamati bahwa pemain harus melakukan gerakan-gerakan seperti lari cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan akan bergerak lagi, gerak meloncat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh.
Gerakan-gerakan ini harus dilakukan berulangulang dan dalam tempo lama, selama pertandingan berlangsung. Gerakan-gerakan ini harus dilakukan berulangulang dan dalam tempoh yang lama, selama pertandingan berlangsung. Akibat proses gerakan itu akan menghasilkan "kelelahan", yang akan berpengaruh langsung pada kerja jantung, paru-paru, sistem peredaran darah, pernapasan, kerja otot, danpersendian tubuh. Akibat proses gerakan itu akan menghasilkan "kelelahan", yang akan berpengaruh langsung pada kerja jantung, paru-paru, sistem peredaran darah, pernafasan, kerja otot, danpersendian tubuh.
Karena itu, pebulutangkis sangat penting memiliki derajat kondisi fisik prima. Oleh itu, pemain badminton sangat penting memiliki derajat kondisi fizikal prima. Melalui proses pelatihan fisik yang terprogram baik, faktor-faktor tersebut dapat dikuasai. Melalui proses latihan fizikal yang terancang baik, faktor-faktor tersebut dapat dikuasai. Dengan kata lain pebulutangkis harus memiliki kualitas kebugaran jasmani yang prima. Dengan kata lain pemain badminton harus mempunyai high kecergasan jasmani yang prima. Ini akan berdampak positif pada kebugaran mental, psikis, yang akhirnya berpengaruh langsung pada penampilan teknik bermain. Ini akan berdampak positif pada kecergasan mental, psikis, yang akhirnya berpengaruh langsung pada penampilan teknik bermain.
Itulah sebabnya pebulutangkis sangat membutuhkan kualitas kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan, agilitas, dan koordinasi gerak yang baik. Itulah sebabnya pemain badminton sangat memerlukan high kekuatan, daya tahan, fleksibiliti, kecepatan, agilitas, dan koordinasi gerak yang baik. Aspek-aspek tersebut sangat dibutuhkan agar mampu bergerak dan bereaksi untuk menjelajahi setiap sudut lapangan selama pertandingan. Aspek-aspek tersebut sangat diperlukan agar mampu bergerak dan bereaksi untuk menjelajahi setiap sudut lapangan selama pertandingan.
A. Sistem Latihan Fizikal Umum
Program dan aplikasi latihan fizikal badminton harus direka melalui tahapan sebagai berikut:
a.Persiapan fizikal umum yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ tubuh, sehingga memudahkan usaha pembinaan dan peningkatan semua aspek latihan pada tahap seterusnya.
b.Persiapan fizikal khas bertujuan meningkatkan kemampuan fizikal dan gerak yang lebih baik menuju perlawanan.
c. Peningkatan kemampuan high gerak khas pemain. Pada tahap ini pelatihan bertujuan untuk memahirkan gerakan kompleks dan harmonis yang dibutuhkan setiap pemain untuk menghadapi pertandingan. Pada tahap ini latihan bertujuan untuk memahirkan gerakan kompleks dan harmoni yang diperlukan setiap pemain untuk menghadapi perlawanan.
Cara Terbaik untuk Mempersiapkan Kondisi Fisik Umum Pemain
1. Program Latihan Lari
Latihan lari sangat penting dan balk untuk mengasah kemampuan kerja jantung, paruparu, dan kekuatan tungkai. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60 menit tanpa berhenti, yang dilakukan 3-4 kali seminggu, sangat baik untuk membina kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60 minit tanpa berhenti, yang dilakukan 3-4 kali seminggu, sangat baik untuk membina kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain.
2. Program Latihan Senam
Bentuk-bentuk latihan senam peregangan untuk seluruh bahagian tubuh dan sendi perlu mendapat perhatian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan untuk memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bawah yang dilakukan secara bergantian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan untuk memperkuat bagian tubuh bahagian atas dan bawah yang dilakukan secara bergantian.
3. Program Latihan Loncat Tali
Latihan ini sangat balk untuk membina daya tahan, kelincahan kaki, dan kecepatan serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat. Proses latihan dapat dilakukan de-ngan loncat satu kaki secara bergantian (seperti lari biasa), loncat dua kaki, dan masih banyak bentuk variasinya. Proses latihan dapat dilakukan de-ngan loncat satu kaki secara bergantian (seperti lari biasa), loncat dua kaki, dan masih banyak bentuk variasinya.
Program Latihan Gabungan
Model atau sistem latihan ini adalah menggunakan berbagai alat bantu seperti bangku, gawang ukuran kecil, tiang, tongkat, tali, bola, dan sebagainya. Tujuan latihan ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan kete-rampilan gerak pemain sebagai upaya untuk pengkayaan gerak. Tujuan latihan ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan kete-rampilan gerak pemain sebagai upaya untuk pengkayaan gerak. Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan bulutangkis, di samping memberikan prioritas pada pembinaan aspek-aspek kelincahan, kegesitan, dan koordinasi gerak yang memang dibutuhkan dalam bulutangkis. Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan badminton, di samping memberi keutamaan pada pembinaan aspek-aspek kelincahan, kegesitan, dan koordinasi gerak yang memang diperlukan dalam badminton.
5. Latihan Pemanasan
Banyak latihan kurang memberikan perhatian khusus perihal peranan dan fungsi latihan pemanasan yang benar dan betul. Latihan pemanasan yang dikemas dengan benar akan memberikan pe-ngaruh positif pada proses kerja organ tubuh, mekanisme peredaran darah, dan pernapasan. Latihan pemanasan yang dikemas dengan benar akan memberikan pe-ngaruh positif pada proses kerja organ tubuh, mekanisme peredaran darah, dan pernafasan. Itu semua akan berpengaruh langsung untuk kerja berat selanjutnya. Itu semua akan berpengaruh langsung untuk kerja berat selanjutnya. Di samping itu, sangat penting untuk menghindari terjadinya berbagai cedera otot, persendian, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya. Di samping itu, sangat penting untuk mengelakkan berlakunya pelbagai kecederaan otot, sendi, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Pada umumnya latihan pemanasan berbentuk: Pada umumnya latihan pemanasan berbentuk:
a lari mundur, lari maju dan ke samping. Lari jarak pendek yang bervariasi seperti lari sambil angkat paha / lutut, lari mundur, lari maju dan ke samping.
b . Melakukan gerakan-gerakan senam yang bersifat mere-gang otot tungkai, paha belakang, depan, lengan, pergelangan kaki, pinggang, otot bahu, dll.
c . Kualitas peregangan harus dilakukan dengan pelan sampai terasa terjadi proses peregangan pada bagian otot dan persendian yang dilatih. High peregangan harus dilakukan dengan perlahan hingga terasa terjadi proses peregangan pada bagian otot dan persendian yang dilatih. Hindari melakukan gerakan sentak, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada otot atau persendian. Elakkan melakukan gerakan sentak, yang boleh menyebabkan rasa sakit pada otot atau persendian.
6. Latihan Pendinginan
Latihan ini dilakukan setelah program latihan selesai dilaksanakan sebagai usaha agar bahagian otot yang bekerja berat tadi kembali pada kedudukan rileks dan tidak kaku. Bentuk latihannya adalah senam dan gerakan meregang. Bentuk latihannya adalah senam dan gerakan meregang. Kualitas latihan meregang, khususnya untuk otot besar seperti paha belakang dan depan, ping-gang, punggung, otot lengan, bahu, dada, dan berbagai persendian tubuh, harus dicermati betul. High latihan meregang, khususnya untuk otot besar seperti paha belakang dan depan, ping-gang, punggung, otot lengan, bahu, dada, dan berbagai persendian tubuh, harus dicermati betul. Lakukan gerakan pendinginan ini dengan benar, Lakukan gerakan pendinginan ini dengan benar,
B. Sistem Latihan Fizikal Terperinci
Pelatihan fisik bulutangkis dituntut untuk memahami dan mengetahui secara spesifik kebutuhan gerak olahraga ini. Latihan fizikal badminton dituntut untuk memahami dan mengetahui secara khusus keperluan gerak sukan ini. Bahkan harus mendalami makna proses kerja otot, sistem energi, dan mekanisme gerak yang terjadi dalam permainan bulutangkis. Bahkan harus mendalami makna proses kerja otot, sistem tenaga, dan mekanisme gerak yang terjadi dalam permainan badminton. Atas dasar pengetahuan ini, pelatih akan mampu merancang bentuk-bentuk latihan fisik secara spesifik, sesuai kebutuhan pemain. Atas dasar pengetahuan ini, pelatih akan mampu merancang bentuk-bentuk latihan fizikal secara khusus, sesuai keperluan pemain.
1. Latihan Daya Tahan
(Aerobik dan Anaerobik)
Kemampuan daya tahan dan stamina dapat dikembangkan melalui kegiatan lari dan gerakan-gerakan lain yang memiliki nilai aerobik. Biasakan pemain menyenangi latihan lari selama 40-60 menit dengan kecepatan yang bervariasi. Biasakan Pemain menyenangi latihan lari selama 40-60 minit dengan kelajuan yang berbeza-beza. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik dan daya tahan otot. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik dan daya tahan otot. Artinya, pemain dipacu untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan tidak mengalami kelelahan yang berarti. Artinya, pemain didorong untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan tidak mengalami kelelahan yang berarti.
Selanjutnya proses latihan lari ini ditingkatkan high frekuensi, intensitas, dan kecepatan, yang akan berpengaruh terjadinya proses anaerobik (stamina) pemain. Artinya, pemain itu mampu bergerak cepat dalam tempo lama dengan gerakan yang tetap konsisten dan harmonis. Artinya, pemain itu mampu bergerak cepat dalam tempoh lama dengan gerakan yang tetap konsisten dan harmoni.
2. Latihan Kekuatan
Pemain badminton sangat memerlukan aspek kekuatan. Berdasarkan analisis dan cukup dominan pemain melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat ke depan, ke belakang, ke samping, memukul sambil loncat, melakukan langkah lebar dengan tiba-tiba. Berdasarkan analisis dan cukup dominan Pemain melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat ke depan, ke belakang, ke samping, memukul sambil loncat, melakukan langkah lebar dengan tiba-tiba. Semua gerak ini membutuhkan kekuatan otot dengan kualitas gerak yang efisien. Semua gerak ini memerlukan kekuatan otot dengan high gerak yang efisien.
Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kekuatan ini adalah berlatih menggunakan beban atau dengan kata lain latihan beban (weight training). Sebaiknya sebelum melakukan program latihan beban sesungguhnya, disarankan agar pemain lebih dulu mengenal berbagai bentuk gerakan seperti: Sebaiknya sebelum melakukan program latihan beban sesungguhnya, disarankan agar Pemain lebih dulu mengenal berbagai bentuk gerakan seperti:
- mendorong (push up, pull up) - Menggalakkan (push up, pull up)
- bangun tidur, angkat kaki - Bangun tidur, angkat kaki
- memperkuat otot punggung, pinggang - Menguatkan otot punggung, pinggang
- jongkok berdiri untuk membina kekuatan tungkai - loncat-loncat di tempat atau sambil bergerak. - Jongkok berdiri untuk membina kekuatan tungkai - loncat-loncat di tempat atau sambil bergerak.
Proses selanjutnya adalah meningkatkan kualitas geraknya dengan menggunakan beban (weight training) yang sebenarnya. Proses selanjutnya adalah meningkatkan kualitas geraknya dengan menggunakan beban (weight training) yang sebenarnya. Dianjurkan untuk tidak melakukan atau berlatih loncat di tempat yang keras karena akan berdampak terjadinya sakit, cedera pada bagian lutut, dan pinggang. Dianjurkan untuk tidak melakukan atau berlatih loncat di tempat yang keras karena akan berdampak terjadinya sakit, kecederaan pada bahagian lutut, dan pinggang.
3. Latihan Kelajuan
Aspek kelajuan dalam badminton sangat penting. Pemain harus bergerak dengan cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan sambil menjangkau atau memukul kok dengan cepat. Pemain perlu bergerak dengan cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan sambil menjangkau atau memukul kok dengan cepat.
Cara untuk bergerak cepat adalah melatih kecepatan tungkai / kaki. Aspek kecepatan dalam bulutangkis juga bermakna pemain harus cekatan dalam mengubah arah gerak dengan tiba-tiba, tanpa kehilangan momen keseimbangan tubuh (agilitas). Aspek kelajuan dalam badminton juga bermakna pemain perlu cekatan dalam mengubah arah gerak dengan tiba-tiba, tanpa kehilangan momen keseimbangan tubuh (agilitas). Bentuk-bentuk latihannya antara lain: Bentuk-bentuk latihannya antara lain:
a.Lari cepat dalam jarak dekat
b b. Lari bolak-balik, jarak enam meter (shuttle run)
c.Tingkatkan high latihan dengan menggunakan beban, rintangan, dan lain-lain.
d. Jongkok-berdiri dan diikuti lari cepat dalam jarak dekat pula.
4. Latihan Kelenturan/Fleksibilitas
Fleksibiliti adalah komponen kesegaran jasmani yang sangat penting dikuasi oleh setiap pemain badminton. Dengan karakteristik gerak serba cepat, kuat, luwes namun tetap bertenaga, pembinaan kelenturan tubuh harus mendapat perhatian khusus. Dengan ciri-ciri gerak serba pantas, kuat, luwes namun tetap bertenaga, pembinaan kelenturan tubuh harus mendapat perhatian khusus.
Latihan fleksibiliti harus mendapat porsi yang cukup. Orang yang kurang lentur rentan mengalami cedera di bagian otot dan daerah persendian. Orang yang kurang lentur terdedah mengalami kecederaan di bahagian otot dan daerah sendi. Di samping itu, gerakannya cenderung kaku sehingga banyak menggunakan energi, kurang harmonis, kurang rileks, dan tidak efisien. Di samping itu, gerakannya cenderung kaku sehingga banyak menggunakan tenaga, kurang harmonis, kurang rileks, dan tidak cekap.
Latihan-latihan peregangan dengan kualitas gerakan yang benar memacu komponen otot dan persendian mengalami peregangan yang optimal. Latihan-latihan peregangan dengan high gerakan yang benar memacu komponen otot dan persendian mengalami peregangan yang optimum. Oleh karena itu, fleksibilitas ini harus dilatih dengan tekun dan sistematis. Oleh kerana itu, fleksibiliti ini harus dilatih dengan tekun dan sistematik.
5. Model-Model Latihan Fizikal dengan Menggunakan Alat Bantu Latihan
a.Latihan denganBola Medisin
Bola medisin yang beratnya bervariasi antara 1-5 kilogram merupakan alat bantu latihan, antara lain untuk kekuatan dan kelajuan membaling, membina kekuatan lengan, tungkai, dan kekuatan bahagian atas dan bawah tubuh.
Bentuk latihan bola medisin ini antara lain dilakukan dengan melempar ke arah tembok dengan satu atau dengan dua lengan. Bentuk latihan bola medisin ini antara lain dilakukan dengan melempar ke arah tembok dengan satu atau dengan dua lengan. Berdiri kira-kira 3-4 meter dari tembok, lalu lempar bola itu dan segera tangkap bola tersebut sambil lari mundur ke arah garis start, seperti layaknya gerak mundur dalam permainan bulutangkis. Berdiri kira-kira 3-4 meter dari tembok, lalu lempar bola itu dan akan tangkap bola tersebut sambil lari mundur ke arah garis start, seperti gerak mundur dalam permainan badminton.
b.Latihan Loncat Tali
Pemain badminton dianjurkan untuk terampil dan menguasai bentuk latihan loncat tali ini. Pengaruh latihan ini sangat membantu untuk membina kekuatan kaki, pergelangan kaki, daya tahan, koordinasi gerak, dan membantu peningkatan kualitas gerak pergelangan tangan. Pengaruh latihan ini sangat membantu untuk membina kekuatan kaki, pergelangan kaki, daya tahan, koordinasi gerak, dan membantu peningkatan high gerak pergelangan tangan.
Latihan loncat tali direka dengan sistem interval antara lain sebagai berikut:
• Sesi I: • Sesi H: • Sesi I: • Sesi H:
1. 1. 3 X 30 detik 1.5 X 25 detik 3 X 30 saat 1.5 X 25 detik
2. 2. 5 X 25 detik 2. 5 X 25 saat 2. 7 X 20 detik 7 X 20 detik
3. 3. 7 X 20 detik 3. 7 X 20 detik 3. 5 X 30 detik 5 X 30 saat
4. 4. 3 X 30 detik 4. 3 X 30 saat 4. 3 X 40 detik 3 X 40 detik
Masa rehat antara kegiatan adalah 15-20 detik. Tingkatkan latihan ini dengan menambah jumlah sesi, waktu kegiatan masa istirahat diperpendek. Tingkatkan latihan ini dengan menambah jumlah sesi, waktu kegiatan masa rehat dipendekkan. Dalam aplikasi latihan loncat tali, pelatih harus berperan memberikan motivasi dan pengawasan gerak loncat, sehingga tujuan latihan tercapai dengan optimal. Dalam aplikasi latihan loncat tali, pelatih harus berperanan memberi motivasi dan pengawasan gerak loncat, sehingga tujuan latihan tercapai dengan optimum.
c. Latihan Bayangan
Latihan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan gerak kaki, kelajuan, serta daya tahan. Latihan ini dapat dijadikan sebagai program khusus, rutin bagi pemain agar langkah dan gerakan kaki (footwork) senantiasa ditingkatkan dan dipelihara terus. Latihan ini dapat dijadikan sebagai program khusus, rutin bagi pemain agar langkah dan gerakan kaki (footwork) sentiasa dipertingkatkan dan dipelihara terus.
Untuk meningkatkan kualitas latihan ini, pemain harus menggunakan "jaket pemberat" yang dibuat khusus untuk itu. Untuk meningkatkan high latihan ini, pemain perlu menggunakan "jaket pemberat" yang dibuat khusus untuk itu. Sangat balk untuk membina kualitas dan kecepatan gerak pemain. Sangat balk untuk membina high dan kelajuan gerak pemain.
d. d. Latihan Loncat Bangku/Gawang
Latihan ini berfungsi untuk membina kekuatan tungkai, konsentrasi, dan kelajuan gerak yang diperlukan dalam permainan. Bangku atau gawang dibuat dengan berbagai ukuran tinggi antara lain 40, 50, 70, 80 cm. Alat ini berfungsi sebagai alat pemberat, rintangan, tantangan, agar pemain terpacu untuk mengatasinya.
Dalam pelaksanaan latihan, pelatih harus terampil meletakkan gawang/bangku itu sesuai dengan tujuan latihan dan kebutuhan pemain.
(Sumber: "PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS", Oleh: PB PBSI) (Sumber: "PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN badminton", Oleh: PB PBSI)
Laman Blog ini membincangkan tentang perkembangan dan cerita-cerita serta teknik-teknik bermain badminton.
Tuesday, June 22, 2010
Gaya bermain badminton
1. Gaya menyerang cepat (Penyerang)
Gaya ini banyak melancarkan smes, drop shot dan net yang dikembalikan dengan cepat, lob yang menyerang. Servis pendek lebih sering digunakan dengan dorongan tiba-tiba dari atas net ke arah belakang lawan.
Pergerakan badan cepat.
2. Gaya gerak tipu (Pengecoh)
Servis tinggi lebih sering digunakan dan diarahkan ke batas garis belakang lawan. Lob juga lebih dalam dan terarah, sedangkan drop shot dilakukan dengan gerak tipu dan jatuh tipis di dekat net. Pukulan net cenderung tajam dan menipu walaupun tidak dimainkan secepat gaya si Penyerang.
Pertahanan si Pengecoh tergolong lebih baik. Pukulan dorongannya ke belakang lawan terarah dan cenderung mengecoh. Smes tidak banyak dikeluarkan, dan pergerakan pemain dengan gaya ini lebih stabil dan
''santai'', dengan penguasaan lapangan yang lebih baik.
3. Gaya sederhana dan bertahan (Penjaga Gawang).
Kebanyakan pukulannya sederhana dan jelas terbaca dibandingkan dengan si Pengecoh. Servisnya kebanyakan servis tinggi dan mengarah ke batas lapangan di belakang. Pukulan netnya sederhana saja walaupun terkadang sering menyeberangkan bola ke sisi lain lapangan. Drop shot-nya tajam tapi tidak secepat si Penyerang.
Gaya bermain ini dimaksudkan untuk membuat lawan letih dengan bermain sederhana tapi jarang membuat kesalahan sendiri.
Hampir semua pemain profesional menggunakan kombinasi dua gaya dengan salah satunya lebih dominan. Contohnya, Zhao Jianhua secara apik menggabungkan gaya menyerang dengan gaya tipu, sedangkan Foo Kok Keong dan Ardy Wiranata adalah tipe Penjaga Gawang.
Ada kalanya mereka berlabuh pada gaya menyerang, contohnya Rudy Hartono. P. Gopichand juga terkadang menjadi seorang penyerang walaupun sering pula mengecoh. Susi Susanti adalah seorang Penjaga
Gawang yang sangat mengagumkan.
Pemain muda biasanya akan mengikuti gaya bermain atlit pujaannya. Saat ini, gaya yang sedang 'ngetren' adalah gaya menyerang yang diwarnai dengan banyak smes lompat dan serangan-serangan lob. Sangat lumrah bagi pemain muda mengikuti gaya pemain favoritnya atau mengikuti tren yang ada. Tetapi perlu diingat bahwa para juara pun adalah individu yang berbeda-beda, karenanya untuk menjadi seorang juara tetap perlu yakin terhadap keunikan gaya bermain sendiri.
Tanyalah pada diri anda:
Pertanyaan pertama:
• Apakah karakter saya cocok dengan gaya bermain yang saya ikuti ini?
• Apakah karakter saya agresif dan tidak sabaran dan suka mengambil resiko? [Karakter ini cocok dengan gaya menyerang]
• Apakah saya tipe orang sabar dan ulet yang menikmati reli panjang untuk menyingkirkan lawan? [Karakter ini cocok dengan gaya bertahan]
• Apakah saya tipe orang sabar yang senang perminan yang berkualitas dan sangat menikmati dapat mengontrol lawan? [Karakter ini cocok
dengan gaya tipu]
Pertanyaan kedua:
• Apakah kondisi fisik saya mumpuni untuk bermain gaya tersebut?
• Apakah stamina saya mencukupi untuk terus-terusan melancarkan smes tajam dan keras?
• Apakah saya terlalu pendek untuk bermain menyerang? Apakah saya butuh waktu untuk menjangkau seluruh bagian lapangan saya dibandingkan dengan para pemain yang walaupun tingkat refleksnya sama dengan saya tetapi berpostur lebih tinggi?
• Bagaimana saya bisa menggunakan stamina fisik dan mental saya yang memadai secara efektif?
Pertanyaan ketiga:
• Apakah saya mampu mengontrol pukulan yang sesuai dengan gaya bermain ini?
• Apakah pukulan saya sederhana, konsisten dan tajam, ataukah mengecoh?
• Manakah pukulan saya yang paling dikuasai? Smes, bertahan, lob, dsb?
Jangan hanya mengikuti tren, tapi temukanlah gaya bermain sendiri sehingga ketika anda mengikuti pemain favorit anda, anda tidak mengikuti secara buta tetapi dapat mempelajari kelebihan gaya bermainnya. Dengan cara demikian, anda dapat meningkatkan kemampuan anda untuk bertarung melawan berbagai macam gaya lawan.
Ditulis oleh: Tan Aik Huang (Malaysia)
Terjemahan oleh: Dania Ciptadi
Gaya ini banyak melancarkan smes, drop shot dan net yang dikembalikan dengan cepat, lob yang menyerang. Servis pendek lebih sering digunakan dengan dorongan tiba-tiba dari atas net ke arah belakang lawan.
Pergerakan badan cepat.
2. Gaya gerak tipu (Pengecoh)
Servis tinggi lebih sering digunakan dan diarahkan ke batas garis belakang lawan. Lob juga lebih dalam dan terarah, sedangkan drop shot dilakukan dengan gerak tipu dan jatuh tipis di dekat net. Pukulan net cenderung tajam dan menipu walaupun tidak dimainkan secepat gaya si Penyerang.
Pertahanan si Pengecoh tergolong lebih baik. Pukulan dorongannya ke belakang lawan terarah dan cenderung mengecoh. Smes tidak banyak dikeluarkan, dan pergerakan pemain dengan gaya ini lebih stabil dan
''santai'', dengan penguasaan lapangan yang lebih baik.
3. Gaya sederhana dan bertahan (Penjaga Gawang).
Kebanyakan pukulannya sederhana dan jelas terbaca dibandingkan dengan si Pengecoh. Servisnya kebanyakan servis tinggi dan mengarah ke batas lapangan di belakang. Pukulan netnya sederhana saja walaupun terkadang sering menyeberangkan bola ke sisi lain lapangan. Drop shot-nya tajam tapi tidak secepat si Penyerang.
Gaya bermain ini dimaksudkan untuk membuat lawan letih dengan bermain sederhana tapi jarang membuat kesalahan sendiri.
Hampir semua pemain profesional menggunakan kombinasi dua gaya dengan salah satunya lebih dominan. Contohnya, Zhao Jianhua secara apik menggabungkan gaya menyerang dengan gaya tipu, sedangkan Foo Kok Keong dan Ardy Wiranata adalah tipe Penjaga Gawang.
Ada kalanya mereka berlabuh pada gaya menyerang, contohnya Rudy Hartono. P. Gopichand juga terkadang menjadi seorang penyerang walaupun sering pula mengecoh. Susi Susanti adalah seorang Penjaga
Gawang yang sangat mengagumkan.
Pemain muda biasanya akan mengikuti gaya bermain atlit pujaannya. Saat ini, gaya yang sedang 'ngetren' adalah gaya menyerang yang diwarnai dengan banyak smes lompat dan serangan-serangan lob. Sangat lumrah bagi pemain muda mengikuti gaya pemain favoritnya atau mengikuti tren yang ada. Tetapi perlu diingat bahwa para juara pun adalah individu yang berbeda-beda, karenanya untuk menjadi seorang juara tetap perlu yakin terhadap keunikan gaya bermain sendiri.
Tanyalah pada diri anda:
Pertanyaan pertama:
• Apakah karakter saya cocok dengan gaya bermain yang saya ikuti ini?
• Apakah karakter saya agresif dan tidak sabaran dan suka mengambil resiko? [Karakter ini cocok dengan gaya menyerang]
• Apakah saya tipe orang sabar dan ulet yang menikmati reli panjang untuk menyingkirkan lawan? [Karakter ini cocok dengan gaya bertahan]
• Apakah saya tipe orang sabar yang senang perminan yang berkualitas dan sangat menikmati dapat mengontrol lawan? [Karakter ini cocok
dengan gaya tipu]
Pertanyaan kedua:
• Apakah kondisi fisik saya mumpuni untuk bermain gaya tersebut?
• Apakah stamina saya mencukupi untuk terus-terusan melancarkan smes tajam dan keras?
• Apakah saya terlalu pendek untuk bermain menyerang? Apakah saya butuh waktu untuk menjangkau seluruh bagian lapangan saya dibandingkan dengan para pemain yang walaupun tingkat refleksnya sama dengan saya tetapi berpostur lebih tinggi?
• Bagaimana saya bisa menggunakan stamina fisik dan mental saya yang memadai secara efektif?
Pertanyaan ketiga:
• Apakah saya mampu mengontrol pukulan yang sesuai dengan gaya bermain ini?
• Apakah pukulan saya sederhana, konsisten dan tajam, ataukah mengecoh?
• Manakah pukulan saya yang paling dikuasai? Smes, bertahan, lob, dsb?
Jangan hanya mengikuti tren, tapi temukanlah gaya bermain sendiri sehingga ketika anda mengikuti pemain favorit anda, anda tidak mengikuti secara buta tetapi dapat mempelajari kelebihan gaya bermainnya. Dengan cara demikian, anda dapat meningkatkan kemampuan anda untuk bertarung melawan berbagai macam gaya lawan.
Ditulis oleh: Tan Aik Huang (Malaysia)
Terjemahan oleh: Dania Ciptadi
Sunday, June 13, 2010
Bagaimana China Dapat Pemain Pelapis Badminton Yang Banyak
Adakah Malaysia tidak setanding dengan China dalam permainan Badminton?Saya rasa pemain badminton malaysia bukan tidak setanding...tetapi belum cukup berupaya menandingi pemain China.Untuk Pengetahuan semua Pemain China berada dalam top ten Ranking Dunia.Tak Kira perseorangan atau bergu.Kebanyakan dalam Rankin Terbaik dunia.Untuk Menjadi pemain badminton yang hebat anda perlu ada semangat juang yang tinggi...bukan sahaja mengejar wang....wang....wang ? Tak salah kejar wang tetapi pastikan anda mempunyai semangat juang yang tinggi...Disini saya rasakan pemain badminton china begitu banyak sekali....mereka banyak mempertaruhkan orang muda...kenapa BAM tidak dapat untuk mempetaruhkan orang muda malaysia....bagi mereka peluang dan ruang....untuk maju dalam pertandingan dunia...biarkan mereka kalah dahulu tetapi mereka akan belajar dari kekalahan itu......Datok Lee Chong Wee...dahulunya pun sama .....jangan takut.....Cungkilah permain badminton macam dicungkil bakat hiburan seperti AF8...cari orang yang berada di kampung....berikan mereka peluang jangan hanya pada orang-orang di bandar...?sekian
Sunday, May 16, 2010
Ketandusan Pemain Muda Malaysia akan menyebabkan Malaysia Tidak Dapat meraih kemenanagan Piala Thomas
PRESIDEN Persatuan Badminton Malaysia (BAM), Datuk Mohd Nadzmi Salleh mengakui ada yang tidak kena dan agak memalukan apabila skuad negara masih bergantung kepada pemain tua untuk beraksi dalam acara berpasukan.
Malaysia terpaksa memanggil Wong Choong Hann, 33, untuk menganggotai skuad Piala Thomas apabila mendapati tidak mempunyai pemain muda berbakat menggalas peranan pemain perseorangan. Pasukan kebangsaan juga pada asalnya memanggil gandingan veteran Choong Tan Fook-Lee Wan Wah tetapi menolaknya kerana mempunyai komitmen ini. Apabila Nadzmi diajukan pertanyaan sama ada skuad negara harus berasa malu kerana terpaksa bergantung kepada kudrat tua, Nadzmi berkata, “Ya.”
“Ada sesuatu yang tidak kena dengan program kita kerana terpaksa bergantung pemain veteran,” kata Nadzmi. “Kita lihat ada jurang besar antara perseorangan pertama dengan pemain lain.
“Justeru, kita harus mencari sebabnya mengapa keadaan sedemikian dan sehingga kini kita masih tidak dapat melahirkan pemain berbakat sebagai pengganti,” katanya.
Mungkin ada pihak yang akan mempertikaikan kenyataan Nadzmi itu dengan merujuk kepada skuad Denmark, yang masih dianggotai Peter Gade, 34, dan Lars Paaske-Jonas Rasmussen yang sudah mencecah usia 36.
Tetapi berbanding dengan Malaysia, pemain tua Denmark sentiasa berada pada tahap fizikal dan permainan yang tinggi masih dapat bersaing dalam kelompok lima terbaik dunia sedangkan pemain veteran Malaysia begitu banyak kekurangan.
Malaysia terpaksa memanggil Wong Choong Hann, 33, untuk menganggotai skuad Piala Thomas apabila mendapati tidak mempunyai pemain muda berbakat menggalas peranan pemain perseorangan. Pasukan kebangsaan juga pada asalnya memanggil gandingan veteran Choong Tan Fook-Lee Wan Wah tetapi menolaknya kerana mempunyai komitmen ini. Apabila Nadzmi diajukan pertanyaan sama ada skuad negara harus berasa malu kerana terpaksa bergantung kepada kudrat tua, Nadzmi berkata, “Ya.”
“Ada sesuatu yang tidak kena dengan program kita kerana terpaksa bergantung pemain veteran,” kata Nadzmi. “Kita lihat ada jurang besar antara perseorangan pertama dengan pemain lain.
“Justeru, kita harus mencari sebabnya mengapa keadaan sedemikian dan sehingga kini kita masih tidak dapat melahirkan pemain berbakat sebagai pengganti,” katanya.
Mungkin ada pihak yang akan mempertikaikan kenyataan Nadzmi itu dengan merujuk kepada skuad Denmark, yang masih dianggotai Peter Gade, 34, dan Lars Paaske-Jonas Rasmussen yang sudah mencecah usia 36.
Tetapi berbanding dengan Malaysia, pemain tua Denmark sentiasa berada pada tahap fizikal dan permainan yang tinggi masih dapat bersaing dalam kelompok lima terbaik dunia sedangkan pemain veteran Malaysia begitu banyak kekurangan.
Kekalahan Indonesia Bermaruah
Kekalahan Indonesia Dalam pelawanan akhir piala Thomas amat bemaruah.Ini Kerana barisan pemain yang di tonjolkan oleh pasukan China benar-benar kuat dan mantap.Pasukan Indonesia memberi tentangan yang hebat.Tetap nasib tidak menyebelahi pasukan indonesia.Tahniah...
2 Jaguh Terbaik Asia Berentap Lin Dan dan Taufik Hidayat
Pertembungan klasik kali ke-10 antara dua jaguh dunia itu
TIADA istilah paling tepat kecuali 'buku bertemu ruas' untuk menggambarkan pertembungan di antara Lin Dan dan Taufik Hidayat pada pentas final Piala Thomas di Stadium Putra, hari ini. Kedua-duanya diakui menjadi ‘kunci’ yang akan membuka laluan kemenangan pasukan masing-masing dengan China mengintai kejuaraan kelapan mereka, manakala Indonesia berhasrat menjulang piala keagungan itu buat kali ke-14. Berdasarkan rekod, pertembungan hari ini adalah yang ke-10 di antara kedua-dua pemain itu sejak 2001 dengan Lin Dan, juara dunia tiga kali dan pemenang emas Olimpik Beijing 2008 muncul pemenang enam daripada sembilan pertemuan lalu.
Kali terakhir mereka bertemu di Terbuka Perancis, Januari lalu, yang menyaksikan Lin Dan mudah mengatasi Taufik, pemenang emas Olimpik 2004 dan juara dunia 2005, 21-6, 21-15 dalam tempoh 38 minit.
Tetapi kedua-duanya mengakui rekod bukan ukuran dalam menentukan pemenang perlawanan, hari ini ketika masing-masing bertekad menjulang piala itu dengan Lin Dan berharap memenanginya buat kali keempat, sementara Taufik kali ketiga.
“Daripada rekod, Lin Dan mengatasi saya tetapi saya percaya pertembungan esok (hari ini) pasti berbeza. Jika dia mempunyai alasan memenangi perlawanan itu, saya juga mempunyai sebab untuk menang,” kata Taufik.
“Antara sebab saya mahu menang kerana saya amat merindui piala ini selepas kali terakhir memenanginya pada 2002. Lagi pun, di sini (Stadium Putra) adalah istimewa kerana buat pertama kali saya memenangi piala berprestij itu di sini (2000),” katanya.
Lin Dan pula berkata, walaupun media sering melaga-lagakannya dengan Taufik tetapi dia sebenarnya ingin menjadi kawan baik kepada pemain Indonesia yang satu tahun lebih tua daripadanya.
“Siapa menang dan bagaimana permainan esok (hari ini) bukan isu. Sebenarnya, saya harap dapat menjadi kawan baik kepada Taufik. Kami ingin menceriakan dan mewarnai dunia badminton dengan kehebatan serta kemahiran permainan masing-masing,” katanya
Harapan Yang Tinggi Terlerai Ditangan Korea
KOREA Selatan mematahkan ego China selepas membuat kejutan besar menewaskan juara bertahan itu 3-1 dalam perlawanan akhir Piala Uber yang penuh dramatik di Stadium Putra, Bukit Jalil, semalam. Pengurus pasukan, Kim Jong-soo dan anak anak didiknya berjaya melesetkan ramalan awal betapa China terlalu unggul untuk dijinakkan apabila menukar tempelak itu menjadi satu semangat menumbangkan keangkuhan lawan untuk membawa pulang Piala Uber buat kali pertama selepas lima percubaan serta memastikan mereka menyertai kelab elit empat negara trofi keagungan berpasukan wanita itu. Kejayaan itu sekali gus memaksa Li Yongbo menelan kata-katanya sendiri selepas ketua jurulatih China itu sebelum ini dengan angkuhnya bernada yakin bahawa Korea Selatan akan tetap berputih mata pada pertemuan final keenam kedua-dua pasukan berkenaan.
Keputusan
Bae Seung Hee mn Wang Yihan 23-21, 21-11
Lee Hyo Jung-Kim Min Jung mn Ma Jin-Wang Xiaoli 18-21, 21-12, 21-15
Sung Ji Hyun kk Wang Xin 14-21, 21-16, 7-21
Lee Kyung Won Won-Ha Jung Eun mn Du Jing-Yu Yang 19-21, 21-14, 21-19
Subscribe to:
Posts (Atom)